Senin, 24 Maret 2014
Minggu, 02 Februari 2014
Perbandingan Manajemen KFC dan MCD
Tugas Kelompok
KFC
Visi
Selalu
menjadi merek restoran cepat saji Nomor 1 di Indonesia dan mempertahankan
kepemimpinan pasar dengan menjadi restoran yang termodern dan terfavorit dalam
segi produk, harga, pelayanan dan fasilitas
Misi
Memerkokoh
citra merek KFC dengan strategi strategi dan ide-ide yang inovatif,
meningkatkan suasana bersantap yang tak terlupakan dengan terus menerus dan
konsisten memberikan produk, layanan, serta fasililitas restoran yang selalu
berkualitas mengikuti kebutuhan dan selera konsumen yang terus berubah
Objektif
Mempersembahkan
restoran dengan tampilan dan desain yang termodern dan sesuai dengan tren masa
kini, dan memberikan suasana yang menyenangkan dengan tempat duduk yang nyaman
dengan terus melakuan peremajaan
restoran, menyajikan produk berkualitas tinggi yang paling digemari oleh
pelanggan dengan kecepatan dan keramah tamahan yang tak tertanding
Pesan On Line
KFC Pesan Antar juga melayani
pesanan secara online. Cukup masuk ke web www.kfcku.com lalu klik online order,
daftarkan data diri Anda berikut menu KFC yang Anda pilih, pesanan Andapun akan
segera diantar, kapan saja dan di mana saja. Syarat dan ketentuannya adalah:
- Batas wilayah antar maksimum 5 km dari outlet KFC terdekat.
- Waktu antar pesanan +/- 30 menit (low hour), sedangkan +/- 45 menit (peak hour).
- Tanpa minimun order.
- Dikenakan delivery cost Rp 10.000 ,- untuk sekali antar.
Home Delivery
Mau lebih cepat? Telepon aja 14022,
Dengan akses 24 jam 7 hari seminggu, Anda bisa memesan berbagai menu lezat KFC,
kapan saja dan di mana saja. Syarat dan ketentuannya adalah:
- Batas wilayah antar maksimum 5 km dari outlet KFC terdekat.
- Waktu antar pesanan +/- 30 menit (low hour), sedangkan +/- 45 menit (peak hour).
- Tanpa minimun order.
- Dikenakan delivery cost Rp 10.000 ,- untuk sekali antar.
Selain dari akses nomor 14022, anda
juga bisa menelepon langsung store KFC terdekat.
Kegiatan usaha Perusahaan
Sebagai
pemegang hak waralaba tunggal untuk merek KFC di Indonesia, PT Fast Food
Indonesia Tbk didirikan oleh Keluarga Gelael pada 1978.Pada 1979, Perseroan
mendapatkan akuisisi waralaba dengan pembukaan gerai pertama pada bulan Oktober
di Jalan Melawai di Jakarta. Pembukaan gerai pertama terbukti sukses dan
diikuti dengan pembukaan geraigerai selanjutnya di Jakarta dan ekspansi hingga
ke sejumlah kota besar lainnya di Indonesia antara lain Bandung, Semarang,
Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado. Sukses membangun merek ini, menanamkan
KFC dalam benak konsumennya sebagai merek waralaba cepat saji yang terkenal dan
dominan di Indonesia.
Dengan
bergabungnya Salim Group pada 1990 sebagai salah satu pemegang saham utama
semakin mendorong inisiatif ekspansi bisnis Perseroan, dan pada 1993, Perseroan
terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia),
satu langkah untuk meningkatkan pertumbuhannya. Kepemilikan saham mayoritas 80%
pada saat ini terdistribusi 43,84% kepada PT Gelael Pratama dari Gelael Group
dan 35,84% kepada PT Megah Eraraharja dari Salim Group; sementara saham
minoritas (20%) terbagi kepada Masyarakat dan Koperasi Karyawan.
Perseroan
memperoleh hak untuk menggunakan merek KFC dari pemilik waralaba saat ini, Yum!
Asia Franchise Pte Ltd, suatu bagian dari Yum! Restaurants International (YRI).
YRI sendiri adalah sebuah badan usaha dari Yum! Brands Inc, sebuah perusahaan
publik di Amerika Serikat dan pemilik waralaba dari empat merek ternama
lainnya, yaitu : Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers. Namun
demikian, pada akhir 2011, dua merek lainnya yaitu : A&W dan Long John
Silvers sudah tidak bergabung lagi dalam Yum! Brands Inc. Bahkan dengan
keluarnya kedua merek ini tidak mengubah posisi Yum! Group sebagai jaringan
restoran cepat saji terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan variasi
pilihan restoran ternama. Selain itu, untuk kategori ayam goreng cepat saji,
tidak ada merek lain yang dapat mengalahkan KFC.
Pengalaman
sukses dan peningkatan pertumbuhan yang berkelanjutan selama lebih dari 30
tahun, tidak diragukan lagi telah menjadikan merek KFC sebagai pemimpin pasar
restoran cepat saji di negara ini.Ekspansi jaringan restoran terus diupayakan
supaya bisa hadir dekat dengan konsumen, baik di kota-kota metropolitan yang
sarat persaingan maupun di kotakota di daerah tingkat II.Sejak empat tahun
terakhir, Perseroan lebih berfokus pada pembukaan gerai bertipe free-standing
(gerai yang berada di bangunan yang berdiri sendiri) yang memberikan
fleksibilitas yang lebih dalam jam operasi dengan fasilitas lengkap untuk
memenuhi kebutuhan dan selera konsumen. Sejumlah gerai yang sudah dibuka
sebelumnya direnovasi untuk memberikan tampilan baru yang lebih segar dan
modern sesuai dengan obyektif Perseroan. Pada akhir 2011, Perseroan mengoperasikan
total 421 gerai, yang tersebar di 32 dari 33 propinsi, di lebih dari 95
kota-kota di seluruh Indonesia, dan mempekerjakan sekitar 16.365 karyawan
dengan hasil penjualan lebih dari Rp3,317 triliun. Pada minggu pertama bulan
Oktober di tahun ini, untuk pertama kali sejak Perseroan terdaftar sebagai
perusahaan publik, Obligasi diterbitkan tanpa warkat berjangka waktu lima tahun
dengan bunga Obligasi sebesar 9,5% per tahun yang dibayarkan setiap tiga bulan,
yang pada dasarnya akan digunakan untuk membiayai pendirian gerai-gerai baru,
renovasi atas gerai-gerai Perseroan yang sudah ada, perluasan gudang-gudang
produksi Perseroan yang sudah ada, serta pembangunan gudang-gudang baru.
Produk-produk
utama Perseroan, Colonel's Original Recipe dan Hot & Crispy, tetap menjadi
produk ayam goreng paling disukai di antara semua merek restoran cepat saji di
seluruh Indonesia, yang konsisten dinilai sebagai ayam goreng paling enak versi
berbagai survei konsumen di Indonesia. Produk-produk Perseroan dikelompokkan
dalam beberapa kategori antara lain Menu Goceng, Menu Praktis, dan menu paket
kombinasi lainnya. Untuk kategori Menu Goceng, dimana setiap produk dihargai
Rp5,000, terdapat lebih dari 10 produk bernilai tinggi dimana Mocha Float dan
OR Burger Deluxe adalah produk dengan penjualan tertinggi. Untuk memberikan
keragaman pada kategori Menu Goceng, pilihan menu diganti dari waktu ke waktu
untuk disesuaikan dengan selera konsumen. Kategori lainnya yaitu : Menu Praktis
yang terdiri atas produkproduk untuk dipesan bawa dan dikonsumsi dengan mudah
dalam perjalanan, seperti : Colonel Burger, Twister, Colonel Yakiniku, dll.
Untuk menambahkan variasi menu paket kombinasi dengan harga terjangkau bernilai
tambah, Super Panas dan KFC Attack terus ditawarkan. Sebagai pelengkap produk-produk
utama ini, juga tersedia produk-produk yang disesuaikan dengan selera lokal,
antara lain : Perdekel, Nasi, Salad, dan Sup KFC. Selain itu, pada 2011,
Perseroan mulai terus menerus mengembangkan KFC Coffee, sebagai layanan baru di
semua gerai KFC bertipe free-standing (gerai yang berada di bangunan yang
berdiri sendiri), menyajikan rangkaian produk kopi berkualitas, disajikan panas
maupun dingin, dilayani di counter terpisah dengan ruangan duduk tersendiri
untuk para pecinta kopi. Untuk menarik konsumen pada jam-jam sepi, Perseroan
juga mengenalkan minuman bernama Krushers dengan aneka pilihan rasa.
Perseroan
selalu memonitor kondisi pasar dan citra merek KFC secara keseluruhan dan
mendapatkan respons dari konsumen tentang kualitas produk, layanan, dan
fasilitas melalui survei rutin yang disebut dengan Brand Image Tracking Study
(BITS), yang dilakukan oleh agensi survei independen. BITS adalah survei untuk
mengetahui persepsi konsumen dan citra merek KFC, diukur bersama dengan merek
utama lainnya dalam industri restoran cepat saji. Hasil dari BITS menunjukkan
KFC secara konsisten masih menempati posisi tertinggi “paling diingat” oleh
konsumen untuk Top of Mind Awareness. Pada tahun 2011, Perseroan dengan
konsisten memimpin dalam porsi kunjungan terbesar dibandingkan dengan merek
restoran cepat saji utama lainnya.Sebagai pelengkap survei ini untuk tujuan
perbandingan dan kalibrasi, dua jenis survei lainnya dilakukan, CHAMPS
Management System (CMS) dan CHAMPS Excellence Review (CER), masing-masing oleh agensi
survei independen lain dan Departemen QA. CMS adalah survei untuk menilai
langsung kualitas produk, layanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC
dibandingkan dengan yang diharapkan, sementara CER adalah survei untuk
mengkalibrasi apa yang telah dilakukan dan dibandingkan dengan prosedur standar
dan mulai tahun 2011, hasil-hasil CER dikirimkan secara elektronik kepada
Pemilik Waralaba.
Kinerja
Perseroan dari segi pertumbuhan penjualan menjadikannya salah satu yang terbaik
di pasar regional KFC se Asia selama dua tahun berturut-turut, dengan rata-rata
18,7% pada 2010 dan 13,8% pada 2011, dan Perseroan berharap akan terus
mempertahankan posisi ini. Pengembangan merek KFC secara terus menerus dengan
berbagai strategi pemasaran yang inovatif, keunggulan operasional, dan
pertumbuhan dua digit yang konsisten dalam penjualan dan pengembangan restoran,
telah menganugerahi Perseroan berbagai penghargaan untuk fungsi-fungsi tertentu
dari Yum! Asia Franchise Pte Ltd. Pada tahun 2 0 11 , Pe r s e r o a n me n e r
ima penghargaan Tiger untuk Customer Mania.
Komi
tmen Perseroan adalah mempertahankan visi sebagai pemimpin industri restoran
cepat saji dengan terus memberikan kepuasan “Yum! ” di wajah konsumen. Dukungan
pemegang saham, keahlian manajemen yang dikelola dengan baik, dedikasi dan
loyalitas karyawan, dan yang terpenting adalah, kontinuitas kunjungan konsumen,
pasti berhasil membawa Perseroan meraih visinya. Dengan visi yang kokoh, misi
dan obyektif jangka panjang, serta strategi-strategi dan nilai-nilai korporasi
yang jelas, niscaya akan terus menjadikan merek KFC yang terfavorit di seluruh
Indonesia, dan membangun PT Fast Food Indonesia Tbk menjadi sebuah korporasi
yang hebat.
MCD
Visi
Visi McDonald’s
adalah menjadi restoran cepat saji dengan pelayanan terbaik di dunia.Untuk mencapai visi ini,
McDonald’s selalu menjamin mutu produk-produknya, memberikan pelayanan yang
memuaskan, menawarkan kebersihan dan keamanan produk pangan serta nilai-nilai tambah lainnya.
Bagi McDonald’s, senyum setiap pelanggan adalah hal terpenting.
Misi
1.
Menjadi perusahaan terbaik bagi semua karyawan
kami di setiap komunitas di seluruhdunia.
2. Menghadirkan pelayanan dengan sistem operasional
yang unggul bagi setiap pelanggan kami disetiaprestorancabang McDonald’s.
3. Terus mengalami perkembangan kearah
yang menguntungkan sebagai sebuah brand, serta terus mengembangkan sistem operasional
McDonald’s kearah yang lebih baik lagi lewat inovasi dan teknologi.
Sejarah
(Ray Kroc, Sang Pendiri MC Donalds’s)
Ray Kroc mengawali karirnya sebagai pengemudi ambulans palang Merah pada tahun
1917
meski saat itu sebetulnya dia belum memenuhi syarat untuk terjun ke medan perang karena usia nya
yang barumenginjak 15 tahun.
1954
Di tahun 1954 ray
dikejutkan dengan datangnya pesanan dalam jumlah besar berupa 8 multi-mixer
dari sebuah restoran di San Bernardino, California.
Disana ia menemukan sebuah restoran yang
berskala tidak terlalu besar namun terbilang sukses yang di kelola oleh Dick dan Mac Donald
1955
Kepada Dick dan Mac Donald, Ray
mengungkapkan visinya untuk membuka cabang restoranMc Donald di
seluruh penjuru Amerika di tahun 1955. Ray
mendirikan Mc Donald’s Corporation
1956
Ray Kroc adalah pribadi yang
sangat memandang tinggi jiwa kewirausahaan.Hal ini ditunjukkan oleh penghargaan-
penghargaan yang diberikan kepada para franchisee atas kreativitas individual
mereka.
1960
Pada tahun 1960 Ray Kroc
memiliki hak ekslusif atas merk Mc Donald’s
1961
Ditahun 1961, Ray Kroc
meresmikan sebuah program pelatihan yang bertempat di sebuah restoran baru di Elk
Grove Village, Illinois. Di sarana pelatihan yang kemudian di namai Hambuger
University
1963
Pada tahun ini, Mc Donald’s
berhasil menjual 100 juta hamburger.Perjalanan sukses Ray Kroc berawal dari sebuah
ide untuk membangun jaringan restoran yang identik dengan kualitas tinggi,
konsistensi serta keseragaman metode produksi
1964
Ray menyatukan visi dengan pihak
franchisee (penerimawaralaba) dan pihak supplier (pemasok).Ia meyakinkan dan memotivasi mereka untuk bekerjasama dengan Mc
Donald’s
1984
Beliau meninggal dunia pada tanggal 14
Januari 1984. Hingga akhir hayatnya beliau tidak pernah berhenti bekerja untuk Mc
Donald’s. Bahkan pada saat duduk di kursi roda pun beliau masih bekerja.
Sabtu, 18 Januari 2014
PELUANG KARIER DALAM MANAJEMEN
Written
on 17.58 by Ed's-HRM
Perencanaan
karier karyawan yang baik tentu membutuhkan sistem yang baik pula. Banyak
manfaat yang bisa diambil oleh perusahaan maupun karyawan dari sistem karier
yang baik. Tulisan ini menjelaskan mengapa, bagaimana dan apa manfaat dari
perencanaan sistem karier.
Salah
satu unsur penting dalam manajemen SDM adalah perencanaan karier karyawan.
Perencanaan karier karyawan adalah suatu proses yang bertujuan agar karier
tenaga kerja dapat dikembangkan sesuai dengan bakat dan kemampuannya sehingga
bisa berfungsi dengan baik dan optimal bagi perusahaan.
Program
pembinaan karier yang kurang baik dapat menimbulkan keresahan dalam organisasi.
Karyawan akan merasa tidak aman, merasa diperlakukan secara tidak jujur,
karyawan juga merasa tidak diberi kesempatan yang sama untuk mengembangkan
seluruh potensinya untuk kepentingan perusahaan. Selanjutnya karyawan akan
merasa kurang puas dengan kebijakan-kebijakan perusahaan, sehingga pada
akhirnya akan berdampak negatif pada efektifitas dan efesiensi perusahaan.
Berbagai
kondisi yang bertentangan dengan “kebijakan hubungan perusahaan dengan
karyawan” serta “ Tujuan dan kebijakan pembinaan” tersebut, perlu dihindarkan
demi tercapainya Misi dan tujuan perusahaan secara keseluruhan
Mengapa sistem karier diperlukan
Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, salah satu tugas
penting manajemen adalah mendayagunakan SDM agar mampu dan mau bekerja secara optimal
demi tercapainya tujuan organisasi. Manusia akan mampu dan juga mau bekerja
dengan baik bilamana ia ditempatkan pada posisi dan jabatan yang sesuai dengan
minat dan kemampuannya; serta bila ia bisa memenuhi berbagai kebutuhannya
dengan melakukan pekerjaan itu. Ini berarti bahwa karyawan harus ditempatkan
pada jabatan-jabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya dengan tidak lupa
mempertimbangkan upaya pemenuhan kebutuhannya.
Akan tetapi, penempatan karyawan pada jabatan yang sesuai
tidak terlalu mudah untuk dilakukan. Penempatan yang sesuai tersebut perlu
didasarkan pada pengetahuan yang lengkap tentang karakterisitik karyawan,
karakteristik jabatan, dan kesesuaian antara kedua jenis karakteristik
tersebut.
Dikaitkan dengan permasalahan yang telah dijelaskan,
perumusan sistem karier dapat membawa beberapa manfaat berikut :
1.
Semua
karyawan dapat memperoleh kesempatan yang sama dan memadai untuk mengembangkan
keterampilannya, mempelajari hal-hal yang baru, dan juga memperluas wawasannya,
sesuai dengan kemampuan masing-masing.
2.
Seluruh
karyawan dapat dikembangkan menurut jalur yang tepat sesuai minat dan
karakteristiknya sehingga karyawan dapat ditempatkan pada posisi yang sesuai
dengan minat dan karakteristiknya tersebut. Hal ini dapat menumbuhkan rasa puas
dan rasa aman, menciptakan iklim kerja yang sehat sehingga menurunkan turn-over
dan memperbaiki prestasi kerja karyawan.
3.
Pengembangan
karyawan dapat berjalan secara baik,komprehensif dan lancar sehingga semua
tingkatan dalam organisasi mulai dari tingkat pelaksana hingga pimpinan puncak
dapat diisi dengan karyawan berkemampuan handal.
Manfaat sistem karier bagi karyawan dan perusahaan
Dalam
manajemen SDM, perencanaan karier temasuk sebagai program pembinaan tenaga
kerja. Tujuan kegiatan pembinaan ini adalah memelihara (maintain) karyawan
dengan cara mengembangkannya, sesuai dengan bakat dan kemampuannya, agar bisa
berfungsi dengan baik dan optimal bagi perusahaan.
Fungsi pembinaan ini biasanya merupakan tanggung jawab
langsung dari para pimpinan perusahaan, dan bilamana diterapkan dengan baik
akan dapat membangkitkan gairah kerja dan memberikan kapuasan kerja di kalangan
karyawan yang pada akhirnya juga akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Sebagai pembina, manajer bertanggung jawab untuk mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan bawahannya, sehingga bawahan menjadi lebih cakap
dan terampil, lebih tinggi kualifikasinya dan diharapkan suatu saat kelak dapat
menggantikan posisi manajer serta membantu pengembangan perusahaan. Tugas
membina ini merupakan tugas yang penting dan berat, sebab dari penelitian
diperoleh data bahwa seorang supervisor yang dikatakan berhasil menggunakan
30-40% dari waktunya untuk melakukan pembinaan terhadap bawahannya.
Bagi karyawan maupun perusahaan, sistem karier dapat
memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi karyawan
·
Mengembangkan
potensi kemampuan dan keterampilannya.
·
Mengetahui
jalur pengembangan karier karyawan dalam organisasi
·
Mendapat
pelatihan yang sesuai dengan arah pengembangan kariernya.
2. Bagi Perusahaan
·
Mengendalikan
tingkat keluar-masuk (turn over rat)
·
Membantu
terlaksananya program kaderisasi
·
Mengetahui
dan mengantisipasi keinginan dan bakat tenaga kerja
·
Mengetahui
sejak awal tenaga kerja yang kurang/tidak terampil, juga tenaga kerja yang
tidak produktif, sehingga dapat diambil tindakan segera.
Perancangan Sistem Karier
Proses perancangan sistem karir diawali dengan perancangan
jalur karier (career path) kemudian dilanjutkan dengan perancangan program
kaderisasi. Proses perancangan karier dapat dijelaskan berikut ini :
1.
Perancangan
Jalur Karier
Jalur karier (career path) adalah jalur yang
menghubungkan satu posisi dengan posisi yang lain. Secara visual, jalur karier
menunjukkan keterkaitan antara suatu jabatan dengan jabatan lainnya. Jalur
karier dikaitkan berdasarkan jabatan yang memiliki posisi. Ini berarti jalur
karier mengarahkan karier pegawai berdasarkan urutan jabatan/profesi/posisi
dengan pertimbangan “kemiripan,kesesuaian dan keterkaitan” task dan requirment
pada posisi serta hirarki jabatan.
Proses yang paling rumit pada tahap ini adalah proses
menentukan posisi yang “serupa “ dan mencari posisi-posisi yang memiliki
“kemiripan,kesesuaian dan keterkaitan” sehingga sampai terbentuk jalur karier.
Jalur karier disuatu perusahaan pada dasarnya diterapkan
berdasarkan hubungan logis antara jabatan-jabatan yang ada, dilihat dari :
·
Isi
tugas-tugas yang dijalankan
·
Hirarki
posisi di dalam struktur organisasi
·
Jenis
tugas (Struktural atau fungsional)
Untuk menyederhanakan penyusunan jalur karier, semua posisi
pada level yang sama yang memiliki kemiripan atau kesamaan dalam faktor-faktor
diatas dikelompokkan ke dalam satu jabatan.
Hubungan antar jabatan yang dikaitkan dengan isi tugas-tugas
dapat diperiksa melalui persyaratan jabatan dan faktor kritis fungsi.
Persyaratan jabatan adalah kumpulan kualifikasi dan tingkat penguasaan (proficiency)
yang harus dimiliki oleh seseorang agar dapat menjalankan tugas-tugas pada
jabatan tersebut. Faktor kritis fungsi yang merupakan kunci keberhasilan fungsi
dalam menjalankan perannya dijadikan pertimbangan dalam memeriksa antara
jabatan-jabatan yang berbeda direktorat.
Hirarki jabatan di dalam struktur organisasi dijadikan dasar
untuk memeriksa apakah perpindahan (perumusan jalur) tersebut pada level yang
sama atau pada level yang berbeda.
Jenis tugas (struktural dan fungsional) menentukan
pertimbangan aspek keserupaan yang diperiksa. Pada jabatan struktural, semakin
tinggi level jabatan, semakin memperhatikan keserupaan tugas dan persyaratan
jabatan yang menyangkut aspek substansi.
Disamping hubungan logis seperti diatas, jalur karir
dirumuskan dengan mempertimbangkan pula kebijakan manajemen. Meskipun sesuatu
tidak dapat ditarik antara dua jabatan yang tidak mempunyai hubungan logis,
manajemen dapat menetapkan suatu jalur atas dasar pertimbangan strategis.
Hasil perancangan jalur karier dapat berupa diagram jalur
karier yang menggambarkan jabatan-jabatan yang dapat dicapai dari setiap
jabatan di dalam perusahaan dan jenjang untuk mencapainya.
2. Perancangan Program Kaderisasi
Program kaderisasi dirumuskan setelah rancangan jalur karier
terbentuk. Melalui program kaderisasi ini, jika dalam organisasi terdapat
jabatan kosong yang perlu diisi, maka dapat diketahui karyawan-karyawan yang
sesuai untuk menempati jabatan tersebut. Dari sudut pandangan karyawan, program
kaderisasi dapat memberikan keterangan mengenai kemungkinan promosi atau mutasi
yang dapat dialami oleh seseorang karyawan. Dengan adanya keterangan tersebut
perusahaan dapat mempersiapkan karyawan yang bersangkutan agar siap dan
memiliki kualifikasi individu yang sesuai dengan jabatan yang baru, sehingga
perpindahan-perpindahan karyawan dapat dilakukan tanpa mengurangi efektifitas
organisasi.
Program kaderisasi atau succession plan disusun untuk
memeriksa dan menyiapkan kandidat karyawan untuk mengisi posisi atau jabatan
yang ada dalam perusahaan. Pemeriksaan yang dilakukan pada dasarnya adalah
pemeriksaan kesesuaian kualifikasi individu (karyawan) dengan rumusan kualifikasi
yang dipersyaratkan pada suatu posisi atau jabatan tertentu. Pemeriksaan
kesesuaian tersebut akan menunjukkan :
1.
Individu
atau karyawan mana yang paling sesuai untuk dicalonkan menempati suatu posisi
atau jabatan.
2.
Kemampuan
atau kualifikasi apa yang perlu ditambahkan oleh kandidat agar sesuai dengan
persyaratan posisi atau jabatan.
Perancangan program kaderisasi yang dilakukan dalam
pekerjaan ini terutama difokuskan pada perumusan kualifikasi yang
dipersyaratkan pada setiap posisi atau jabatan dalam organisasi. Kualifikasi
yang dipersyaratkan oleh posisi atau jabatan ini disebut juga sebagai kualifiaksi
posisi. Sisi lainnya, yaitu rumusan mengenai kualifikasi individu.
Rumusan kualifikasi individu disesuaikan dengan rumusan kualifikasi yang dipersyaratkan
oleh posisi atau jabatan.
Untuk keperluan program kaderisasi ini, rumusan kualifikasi
posisi dirancang sedemikian rupa sehingga mampu membedakan posisi dalam arah
vertikal maupun horisontal. Dalam arah vertikal, berarti persyaratan jabatan
pada suatu posisi dapat diperbandingkan dengan posisi-posisi pada level yang
lebih rendah atau lebih tinggi. Dalam arah horisontal, berarti persyaratan
jabatan pada suatu posisi dapat diperbandingkan dengan posisi-posisi lain pada
level jabatan yang sama.
Pemanfaatan jalur karier dan program kaderisasi dalam
pengelolaan SDM di suatu organisasi perlu mempertimbangkan keserasian kedua
jenis rumusan tersebut dengan berbagai perangkat lainnya yang biasa digunakan
dalam pengelolaan organisasi.
Kerena itu, secara umum pemanfaatan rumusan jalur karier dan
program kaderisasi diusulkan untuk dilakukan dengan pewrhatian khusus terhadap
beberapa hal berikut :
1.
Rumusan
jalur karier dan program kaderisasi hendaknya diperlakukan sebagai alat bantu
dalam mengambil keputusan (decision support system), yang menunjukkan
arah pengambilan keputusan. Keputusan akhir yang akan diambil, perlu ditetapkan
dengan mempertimbangkan berbagai masukan lain seperti kebijakan pimpinan,
strategi perusahaan, dan sebagainya.
2.
Apabila
rumusan jalur karier dan program kaderisasi merupakan perangkat baru dalam
pengelolaan SDM di suatu organisasi, maka perlu dilakukan persiapan khusus
untuk implementasi dalam kegiatan, yaitu sebagai berikut :
·
Perlu
ditetapkan pengelola kedua jenis rumusan tersebut dalam organisasi
·
Para
pengelola kedua jenis rumusan tersebut perlu disiapkan, misalnya melalui
pelatihan untuk memahami cara penggunaan kedua rumusan tersebut secara baik. Di
pihak lain, keberhasilan kedua rumusan tersebut juga perlu diperkenalkan kepada
semua pihak lain dalam organisasi.
·
Pengelola
kedua jenis rumusan tersebut juga perlu memperhatikan pemeliharaan serta
penyempurnaannya, sehingga karakteristiknya menjadi benar-benar sesuai dengan
kondisi aktual.
·
Pengelola
SDM harus mampu menangani perubahan jalur karier maupun data pendukung rencana
kaderisasi jika dilakukan perubahan struktur organisasi.
3.
Rancangan
jalur karier dan program kaderisasi ini erat sekali kaitannya dengan sistem
pengelolaan SDM lainnya seperti Perencanaan SDM,Performance appraisal (PA),
Sistim imbalan, Kultur organisasi dan lain-lain. Karena itu, akan lebih lengkap
jika dikembangkan pula perencanaan SDM yang baik untuk melengkapi implementasi
kedua jenis rancangan yang diusulkan tersebut.
http://epsmanajemensdm.blogspot.com/2010/08/merancang-sistem-karier.html
Langganan:
Postingan (Atom)